Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara *

AAU di Maguwo Yogyakarta

Jumat, 06 September 2019 10:57

Pada bulan Desember 1959 telah dikeluarkan perintah oleh Menteri/KSAU untuk segera membuat dan merencanakan Akademi Angkatan Udara Indonesia dan harus selesai tanggal 9 April 1960. Mengingat terbatasnya waktu yang ditentukan AURI dengan besarnya proyek dan persoalan yang harus dipecahkan, serta tanpa adanya kesempatan mengadakan research dan membandingkan Akademi yang telah ada dinegara lain, maka daya cipta dan hasil karya para perencana maupun arsitek muda tersebut adalah hasil yang baik pada waktu itu. Pemilihan tempat untuk Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta ini telah disesuaikan dengan faktor teknis maupun historis.

Pada tanggal 9 April 1960 bertepatan dengan hari AURI yang ke XIV, diadakan upacara peletakan batu pertama pembangunan gedung-gedung Akademi Angkatan Udara (AAU) oleh Laksamana Muda Udara Abdurachmat. Sejak peletakan batu pertama tersebut pembangunan gedung-gedung AAU dimulai, begitu pula pembangunan perumahannya dilaksanakan tahap demi tahap. Pembangunan tersebut dilaksanakan menurut Masterplan yang dibuat oleh panitia pusat, begitu pula pelaksanaannya ada yang langsung di bawah direksi panitia pusat dengan pengawasan dari DEPAU ADFAS. PAU Adisucipto hanya diserahi pengawasan pengamanan pembangunan dan penyimpanan uang proyek tersebut.

Bangunan-bangunan dirancang menurut gaya arsitektur modern dengan beton bertulang dan menggunakan banyak kaca-kaca yang memungkinkan para kadet setiap saat dapat memandang bebas tempat pengabdian mereka dimasa mendatang, dalam memupuk angan-angan dan cita-cita mereka. Menurut fungsinya bangunan Akademi Angkatan Udara dapat digolongkan menjadi 3 kompleks yaitu: Komplek kuliah, Asrama Kadet dan Kompleks olah raga. Kompleks Akademi Angkatan Udara pertama kalinya digunakan pada bulan Juli 1963, untuk keperluan penyelenggaraan PORAKTA III. Pada PORAKTA III ini tidak dapat dipisahkan dari dinamikanya pembangunan gedung-gedung sebab dalam PORAKTA III ini AURI sebagai tuan rumah. Mulai saat PORAKTA III itulah para kadet menghuni halaman akademi dengan fasilitas-fasilitas yang ada, dengan mebel dari bekas-bekas fasilitas Lanud Kalijati.

Untuk kelancaran pelaksanaan proyek AAU, mengingat keadaan ekonomi akan mempengaruhi kelancaran bekerja di mana pada waktu itu faktor-faktor pengusahaan materiil harganya tak terkendalikan lagi dan mengingat jumlah personil yang terbatas serta pekerjaan rutin sehari-hari, maka dibentuklah suatu panitia pusat proyek Akademi Angkatan Udara. Panitia tersebut bertugas merencanakan penyelenggaraan dan pengusahaan pembiayaan khusus untuk membangun gedung-gedung dan fasilitas-fasilitas lainnya pada proyek AAU. Sesuai dengan surat keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara no 82 tahun 1964 tertanggal 25 September maka telah ditunjuk susunan Panitia Proyek AAU. 

Sejak dibentuknya panitia tersebut telah mengalami banyak penyempurnaan, hingga diresmikan berdirinya Akademi Angkatan Udara sesuai Surat Keputusan Men/Pangau Nomor: 52 tanggal 26 Juli 1965, maka Wing Pendidikan Nomor 1 Adisutjipto ditingkatkan statusnya menjadi Akademi Angkatan Udara, sekaligus sebagai hari jadi AAU dengan Pataka “Vidya Karma Vira Pakca”. Peresmian penggantian dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 1965 bersamaan dengan dilantiknya Komandan Jenderal Akademi Angkatan Udara yang pertama, yakni Komodor Udara S. Dono Indarto.

Read 4047 times
Rate this item
(0 votes)
More in this category: Seskoau di Lembang Bandung »

813 comments

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.