Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara *

Lanud Andir (1950)

Jumat, 06 September 2019 10:29

Pembangunan Pelataran Pesawat (Plaform) dilaksanakan pada era Djawatan Teknik Umum. Proyek ini mempunyai nilai strategis sebagai Advance Training Base untuk memenuhi kebutuhan pilot-pilot AURI dalam waktu singkat, mengingat saat itu pilot-pilot AURI masih terbatas dan banyak menyewa pilot-pilot dari Amerika. Ketika pecah perang Korea pada akhir Juni 1950, Amerika Serikat harus berhadapan dengan kekuatan pihak Korea Utara yang berhaluan komunis. Pilot-pilot Amerika yang disewa AURI harus segera kembali ke markasnya untuk memenuhi panggilan negaranya. Kepergian pilot-pilot Amerika menimbulkan kekosongan pilot di tubuh AURI yang saat itu belum banyak memiliki pilot-pilot handal. 

Untuk mengatasi kekurangan pilot-pilot dalam kurun waktu singkat, Mayor Udara Wiweko Supono memerintahkan pembangunan sebuah Advance Training Base di Andir. Pelatihan pilot akan dipusatkan di hanggar Utara yang kini digunakan IPTN untuk perawatan pesawat terbang (Benghar 15). Pada proyek tersebut dibangun pelataran pesawat (plattform) seluas lebih kurang 30.000m² di depan hanggar Utara. Sebuah proyek yang cukup besar untuk ukuran saat itu dan harus diselesaikan dalam waktu singkat. Bersamaan dengan itu, dilakukan upgrade dan perpanjangan landasan sepanjang 500m ke ujung Timur.

Kendala yang dihadapi saat itu adalah sangat sukar mendapatkan batu-batu besar dan keras di wilayah Bandung. Batu-batu itu harus didatangkan dari jauh dengan konsekuensi biaya akan melonjak dan masalah pengangkutan membutuhkan banyak kendaraan truk. Dari hasil analisis yang dilakukan oleh AR. Soehoed, diputuskan tidak menggunakan batu besar, melainkan menggunakan konstruksi stabilized soil untuk landasan terbang. Konstruksi ini adalah untuk yang pertama kalinya di laksanakan di Indonesia. 

Konstruksi stabilized soil terbukti tahan hingga puluhan tahun. Bahkan untuk pesawat-pesawat terbang yang lebih berat sekalipun. Ini merupakan suatu bukti, dalam keadaan yang serba kurang, bangsa indonesia bisa sangat ulet dan kreatif. Setelah memiliki basis advanced training untuk para penerbang, pangkalan udara Andir kemudian ditingkatkan agar mampu membongkar pasang (overhaul) pesawat terbang. Namun dengan adanya pengembangan ini, mau tidak mau aktivitas dan kapasitas pangkalan udara Andir semakin padat.

Read 2734 times
Rate this item
(1 Vote)
More in this category: Lanud Margahayu (1951) »

343 comments

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.