Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara *

Sejarah pengabdian Teknik Umum yang kini menjadi Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara (Disfaskonau) tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan TNI Angkatan Udara, mengingat empat tahun setelah pembentukan TRI Angkatan Udara pada tanggal 9 April 1946, Djawatan Teknik Umum sebagai cikal bakal Disfaskonau sudah turut ambil bagian membaktikan diri demi kemajuan AURI melalui pembangunan fasilitas penerbangan dan pengembangan pangkalan udara di seluruh Indonesia.

Untuk lebih mendalami perjalanan sejarah pengabdian Disfaskonau pada TNI Angkatan Udara, akan lebih mudah memahami rangkaiannya dengan terlebih dulu mengetahui sejarah kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 dari tangan Jepang, pembentukan Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara (TRI AU) tanggal 9 April 1946, perjuangan mempertahankan kemerdekaan melawan agresi militer Belanda, pengakuan Belanda terhadap kedaulatan Republik Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tanggal 27 Desember 1949, dan penyerahan pangkalan udara di seluruh Indonesia dari Militaire Luchtvaart (ML) Belanda kepada AURIS, hingga berdirinya Djawatan Teknik Umum (DTUM) dalam organisasi AURI pada tanggal 1 April 1950 yang diprakarsai oleh Mayor Udara Wiweko Soepono dan Kapten Udara Abdoel Raoef Soehoed. 

Pada awal berdirinya, tanggung jawab DTUM meliputi semua pangkalan udara militer di wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Tugas awal yang dilaksanakan adalah meneliti kekuatan landasan pangkalan, khususnya yang memerlukan peningkatan mutu (Upgrading). DTUM kala itu sudah memiliki Korps sendiri, yaitu Korps Teknik Umum (Tum) berlambang benteng dalam lingkaran biru (teknik) dengan latar belakang merah. Korps Tum merupakan salah satu Korps Perwira di awal terbentuknya TNI Angkatan Udara. 

Berdasarkan wawancara dengan Mayor Tum (Purn) Herman Kusuma yang ketika itu berpangkat Sersan Udara, setelah penyerahan pangkalan udara kepada AURIS, pangkalan udara Andir Bandung dijadikan pusat Staf Teknik AURI. Komandan Staf Teknik adalah Mayor Udara Wiweko Soepono, membawahi Djawatan Teknik Udara dan Djawatan Teknik Umum. Sebagai Kepala Teknik Udara pertama adalah Nurtanio dan Kepala Teknik Umum pertama adalah AR. Soehoed. Kemudian AR. Soehoed membentuk Depot Teknik Umum yang khusus menangani kegiatan operasional dan perbaikan alat-alat berat.

Lingkup kerja Djawatan Teknik Umum makin berkembang, meliputi pekerjaan perencanaan, pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan fasilitas untuk kepentingan umum yang banyak digunakan oleh orang banyak (publik), seperti perumahan dinas, markas, perkantoran, asrama, gudang, hanggar, jalan, saluran hingga fasilitas landasan. Keberadaan Teknik Umum juga selalu melekat untuk mendukung operasional pesawat AURI, setiap ada rencana pengadaan pesawat baru, selalu didahului dengan penyiapan fasilitas penerbangan dan landasan. Setelah pembangunan selesai dilaksanakan, Teknik Umum bertugas melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan semua fasilitas tersebut, agar dapat mendukung kegiatan operasional penerbangan secara optimal.

Seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi TNI Angkatan Udara, organisasi Teknik Umum telah mengalami sembilan kali perubahan bentuk dan nama organisasi, sejak Djawatan Teknik Umum berdiri tahun 1950, hingga berubah menjadi Disfaskonau berdasarkan Surat Keputusan Panglima ABRI No. Kep/09/VII/1997 tanggal 7 Juli 1997 tentang perubahan Dinas Fasilitas dan Bekal TNI AU (Disfasbekau) menjadi Dinas Fasilitas dan Konstruksi TNI AU (Disfaskonau).

Perubahan dari Disfasbekau menjadi Disfaskonau mengisyaratkan hal positif, karena telah mengembalikan harapan untuk mewujudkan profesionalisme personel Teknik Umum dalam melaksanakan tugas pembinaan dan menyelenggarakan fungsi pembinaan logistik dalam lingkup pembinaan fasilitas, konstruksi, instalasi pangkalan, fasilitas umum dan barang-barang tak bergerak milik TNI AU, serta melaksakan program pembangunan fasilitas di lingkungan TNI AU. Setelah mengalami pasang surut dalam meniti jalinan sejarah perkembangannya, personel Teknik Umum kembali mendapatkan amanah dari pimpinan TNI Angkatan Udara, untuk berada dalam satu wadah organisasi Disfaskonau guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara menegakkan kedaulatan wilayah udara Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kategori