Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara *

Satharlan adalah nyawa Faskon

Sabtu, 07 September 2019 11:39

Marsekal Pertama TNI (Purn) Ir. Rudy M. Nur, MM lahir di Bandung 20 November 1953, berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak (putera dan puteri), saat ini telah memiliki empat cucu. Jabatan terakhir beliau Asdep Potensi Pertahanan dan Integritas Nasional di Kemenko Polhukam. Setelah pensiun dari dinas TNI Angkatan Udara, beliau tinggal di Komplek Rafles Hills Blok i-1 No. 19 Cibubur, Jakarta Timur. Meskipun telah pensiun, aktivitas beliau tetap padat, menjalankan berbagai kegiatan bisnis, terutama mengelola Hotel Bale Arimbi di Jalan Raya Puncak No. 21 Cibogo. 

Selama menjabat sebagai Kadisfaskonau, pengalaman yang paling berkesan bagi beliau adalah keberhasilan mempertahankan keberadaan Satharlan, di mana ketika itu banyak pihak-pihak yang mewacanakan untuk meniadakan Satharlan atau menganggap keberadaan Satharlan tidak perlu. Beliau berjuang untuk tetap mempertahankan Satharlan sebagai ujung tombak Disfaskonau. Pentingnya keberadaan Satharlan terasa di saat kondisi emergency, karena Rudy pernah mengikuti kursus Pavement Rapid Repair di Taoyuan AFB, Republic of China Air Force (ROCAF) Taiwan pada tahun 1988, pelatihan dan pendidikan konstruksi landasan di Amerika Serikat, maupun latihan bersama RED HORSE di Lanud Halim Perdanakusuma tahun 1992. 

Regenerasi Kepemimpinan 

Menurut Marsekal Pertama TNI (Purn) Rudy M. Nur, MM idealnya Disfakonau dipimpin oleh perwira terbaik Teknik Umum, yang telah menjalani karirnya secara berjenjang dari bawah, diawali menjadi Kasi Fasins Lanud Tipe C, kemudian naik ke Kasi Fasins Lanud Tipe B dan dilanjutkan ke Kasi Fasins Lanud Tipe A, setelah itu menjabat Pabandya Faskon di Kotama, hingga menduduki jabatan Kasubdis di Disfaskonau. Pemimpin Disfaskonau yang berasal dari perwira Teknik Umum akan lebih menghayati dan menjiwai tugas-tugasnya, pemahaman terhadap hal-hal teknis dan detil permasalahan lebih baik, dan pemilihan terhadap perwira staf-staf yang dapat mendukung tugas pimpinan juga akan lebih tepat, karena pimpinan sudah mengetahui karakter para perwira bawahannya sehingga dapat memilih yang cakap dan terampil sesuai bidang tugasnya.

Harapan dan Pesan 

Beliau menyampaikan beberapa harapan dan pesan bagi generasi penerus Teknik Umum sebagai berikut.

  • Generasi penerus Teknik Umum diharapkan tetap kompak, menjaga nama baik dan kehormatan Disfaskonau, serta terus berusaha meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk mendukung tugas TNI Angkatan Udara.

  • Setiap permasalahan yang ada dilingkungan Disfaskonau agar diselesaikan secara internal. Organisasi ini akan terus maju, bila setiap perwira Teknik Umum memiliki kebanggaan terhadap Disfaskonau.

  • Meningkatkan kemampuan teknis anggota/personel Teknik Umum di dalam pelaksanaan tugas di lapangan, agar dapat bekerja secara mandiri, dan tidak terikat dari bantuan pihak lain di luar Disfaskonau. 

  • Skadron Pendidikan khusus bagi personel Teknik Umum perlu dibentuk dan ditangani sendiri pendidikannya oleh perwira Teknik Umum, sehingga setiap personel Teknik Umum yang ada Disfaskonau, kotama dan pangkalan secara terprogram dilatih bergantian melaksanakan praktek-praktek lapangan. 

  • Agar hasil pendidikan khusus Teknik Umum optimal dan dapat dimanfaatkan, maka perlu dukungan dana dari Disfaskonau dan disiapkan terlebih dulu Masterplan (Rencana Induk) tempat pelatihannya, sehingga pada saat praktek lapangan, hasil pembangunannya sesuai dengan Masterplan yang telah disusun.***

(Wawancana dilaksanakan oleh Mayor Sus Junjunan Amirudin, MT dan Pelda Teguh Riyanto, pada hari Senin, tanggal 18 Mei 2015, bertempat di Hotel Bale Arimbi, jalan Raya Puncak No 21, Cibogo).

Read 616 times
Rate this item
(0 votes)