Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara *

Wing Faskon: Kebanggaan Dan Motivasi

Sabtu, 07 September 2019 11:45

Marsekal Pertama TNI (Purn) Ir. Noer Arifin lahir di Surabaya pada tanggal 1 Desember 1954, berkeluarga, dikaruniai seorang putera dan seorang puteri dan saat ini sangat bahagia dengan 3 orang cucunya. Alamat saat ini di Jalan Yanatera V No.5 Komplek Bulok Jatiwarna Pondok Gede Bekasi Jawa Barat. Sebagai alumnus Sarjana Teknik Arsitektur Institut Teknik Sepuluh November (ITS) Surabaya beliau mendapatkan kehormatan menjadi keluarga besar TNI Angkatan Udara melalui wajib militer. Riwayat kedinasan di TNI Angkatan Udara dimulai pada tahun 1981, dilantik menjadi Perwira Pertama berpangkat Letnan Satu. 

Pengalaman 

Dalam penugasannya, beliau pernah ditugaskan menjadi Staf Perencanaan Janlanau sampai dengan tahun 1983, Kasi Fasins Lanud Iswahjudi tahun 1990-1994, selama di Koopsau II 1998-2001 karena restrukturisasi dalam 4 (empat) tahun menjabat mulai Kasubdit Fasins Koopsau II, Kadisfaskon Koopsau II, terakhir Pabandya Konstruksi Koopsau II. Setelah kembali ke Mabesau, menempati tiga jabatan berturut-turut, yaitu Pabandya Konstruksi dan Fas, Paban V/Faskon tahun 2001-2002, Kasubdis Rankon Disfaskonau dan menjadi Pamen Sahli, pada tahun 2005 menjabat Kasubdis Adakon Puskon Kemhan sampai dengan tahun 2010 dan terakhir sebagai Kadisfaskonau periode 2010-2012. Akhir masa tugasnya terhitung mulai tanggal 1 Januari 2013.

Berbagai pengalaman dalam tugas yang beliau kerjakan selalu memberikan manfaat dan nilai lebih disesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Beliau tidak pernah diam selalu saja ada yang dikerjakan, dalam waktu senggang baik sendiri maupun bersama anggotanya banyak berbuat seperti pembuatan penerangan jalan di Lanud Iswahjudi dari Pos Timur sampai ke Makolanud dengan memanfaatkan bekas instalasi lama yang kemudian ditambahkan tiang dan lampu jalan, sampai saat ini masih ada. Kemudian pembuatan Maket Lanud Iswahjudi menggunakan replika pesawat tempur MK 53, F5, F-16 yang dipesan khusus di Toko Delima berbahan perak, saat ini telah disimpan dalam Heritage di Lanud Iswahjudi, pembuatan logo-logo satuan di bawah Koopsau II, pembuatan neon box bergambar pesawat mulai dari Koopsau sampai ke Mabesau, hampir di setiap tempat tugas selalu ada buah tangan beliau. 

Pengalaman sebagai Pabandya Faskon Koopsau II, salah satunya upaya pengamanan aset tanah Koopsau II di Detasemen Raci Pasuruan yang saat itu telah diserobot oleh masyarakat namun dalam jumlah masih sedikit. Terhadap masyarakat yang sudah terlanjur membangun rumah diwajibkan membuat pagar di belakangnya supaya tidak berkembang. Adapun untuk membatasi dengan tanah masyarakat yang lain dilakukan pembuatan galian keliling, meskipun TNI AU mengalami keterbatasan dana untuk kegiatan ini. Alumnus ITS ini memiliki prinsip bekerja secara ikhlas, cerdas dan selalu melakukan inovasi. Salah satu karakter beliau dalam bekerja selalu inovasi dan menunjukkan kreativitas serta berani mengatakan apa adanya kepada Pimpinan meskipun terkadang banyak pimpinan maupun rekan kerja yang tidak suka.

Eksistensi Korp Teknik Umum

Menurut beliau, agar Korp Teknik Umum dapat eksis kembali namun perlu dilakukan terobosan-terobosan. Beberapa terobosan saat beliau menjabat Kadisfaskonau adalah melalui pembuatan Leaflet sejarah terbentuknya Korp Teknik Umum yang sekarang lebih populer dikenal dengan Faskonau dan pembuatan ide Wing Teknik Umum yang waktu itu sangat bergantung pada faktor kedekatan dengan Pimpinan TNI Angkatan Udara disertai dengan telaahan staf dalam meyakinkannya. Saat ini legalitas Wing Teknik Umum telah memberikan kebanggaan dan motivasi bagi personel Faskonau, meskipun tujuan utama adalah untuk mengembalikan eksistensi Korp Teknik Umum.

Para Perwira jajaran Faskon harus memiliki kemampuan yang handal dalam tugasnya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi untuk dapat melaksanakan tugas-tugas TNI Angkatan Udara yang dipercayakan kepadanya. Sebagai upaya menambah kemampuan perorangan adalah perlu ada inovasi dan sharing pengalaman antar perwira jajaran Faskon baik keahlian di bidang listrik, sipil, arsitek dan geodesi sehingga dengan pengalaman sampai dengan pangkat Letnan Kolonel apapun keahliannya harus sudah menguasai bidang lainnya secara merata. Di samping itu perlu ada penggalangan dan pendekatan dengan instansi di luar TNI Angkatan Udara seperti PLN untuk dapat mengatasi setiap gangguan listrik di pangkalan udara.

Pria kelahiran Surabaya ini memberikan saran agar para Pamen yang diperbantukan di Disfaskonau tetap diberdayakan dalam pelaksanaan tugas Disfaskonau melalui kegiatan perencanaan dan pengawasan, sehingga ilmu yang dimiliki tetap terpelihara dan membantu memberikan insentif bagi para perwira tersebut, namun tidak dominan dalam melaksanakan tugas meskipun sudah senior.

Regenerasi Kepemimpinan 

Marsekal Pertama TNI (Purn) Ir. Noer Arifin berpendapat bahwa idealnya pimpinan Disfaskonau dipegang oleh orang Faskon sendiri. Beliau dengan gamblang menyatakan bangga dapat mengorbitkan Sesdisfaskonau yang waktu dijabat oleh Kolonel Sus Ir. Muchtar Lutfi dapat menggantikan jabatannya sebagai Kadisfaskonau, dan berharap secara estafet setiap saat diusulkan, personil Faskonau tidak ada kata jelek, personel Faskon adalah personil yang baik sehingga semua mempunyai peluang nominasi dan yang paling baik tentunya menjadi Pimpinan Disfaskonau. Apabila personel Faskonau ada yang baik dan ada yang jelek, tentunya yang jelek tidak mempunyai peluang yang sama.

Studi Banding

Untuk dapat melaksanakan visi Disfaskonau sebagai dinas yang siap mendukung tugas TNI AU menjadi yang terbaik di Asia Tenggara seperti yang dikatakan Kadisfaskonau Marsma TNI Novyan Samyoga, beliau menyarankan setiap perwira Faskon diberi kesempatan studi banding ke negara-negara di Asia Tenggara seperti ke Malaysia, Singapura, Brunai, Thailand, Korea dan Australia. 

Program tersebut dilaksanakan Faskon secara khusus sehingga jumlah kuota yang diberangkatkan lebih banyak. Terkait pendanaan dapat difasilitasi baik dinas maupun non dinas yang melaksanakan proyek di Disfaskonau. Kendala bahasa dapat di atasi dengan belajar secara intensif di laboratorium bahasa. Para perwira Faskon dapat berkunjung ke negara dan pangkalan yang dituju dengan difasilitasi Dispamsanau untuk menjembatani koordinasi. Hal-hal yang dapat dilihat untuk meningkatkan kemampuan personal adalah runway light system, landasan, pendukung operasi penerbangan, arresting cable, net barrier dan lain-lain.

(Wawancana dilaksanakan oleh Mayor Sus Harsoyo, ST pada tanggal 19 Mei 2015, bertempat di kediaman Marsekal TNI (Purn) Ir. Noer Arifin, JalanYanatera V No.5 Komplek Bulok Jatiwarna Pondok Gede Bekasi Jawa Barat).

Read 739 times
Rate this item
(1 Vote)