Dinas Fasilitas dan Konstruksi Angkatan Udara *

Pembentukan Skadik Teknik Umum akan meningkatkan kemampuan personel Teknik Umum

Sabtu, 07 September 2019 11:47

Ir. Muchtar Mawardi, MM

Pada tanggal 14 Februari 2018 dilaksanakan serah terima  jabatan Kadisfaskonau dari Marsekal Pertama Ir. Ruslan Effendy, M.Sc kepada Kolonel Sus Ir. Muchtar Mawardi, M.M.  Beliau merupakan Kadisfaskonau ke-13 sekaligus perwira keenam dari Korps Sus Profesi Teknik Umum  yang memperoleh amanah sebagai Kadisfaskonau dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019.  Sebelum menjabat Kadisfaskonau, beliau menjabat sebagai Sesdisfakonau dan Sesinkopau selama 1 tahun. Penyusunan Piranti Lunak untuk Mendukung Tugas Disfaskonau

Ketika beliau memperoleh amanah menjadi Kadisfaskonau, maka sebagai rasa syukur kepada Allah Swt, beliau berupaya wujudkan melalui penyusunan piranti lunak untuk mendukung tugas Disfaskonau dan Korps Teknik Umum melalui berbagai kegiatan dan program, diantaranya pembentukan Pokja Validasi Organisasi Disfaskonau dipimpin Sesdisfaskonau Kolonel Sus Ir. Made Mahendra yang kemudian disahkan menjadi Perkasau Nomor 39 Tahun 2019 tanggal 10 Desember 2018 tentang Organisasi dan Tugas Disfaskonau. Selanjutnya beliau memerintahkan Kasubdis Rankon Kolonel Sus Ir. Wayan Sudarsa dan tim untuk menyusun Masterplan TNI AU yang kemudian disahkan menjadi Kepkasau Nomor Kep/793/VIII/2018 tanggal 24 Agustus 2018 tentang Masterplan Pangkalan Udara dan Satuan Radar TNI Angkatan Udara tahun 2018. Berikutnya beliau memerintahkan pembentukan Pokja Standardisasi Bangunan TNI AU dipimpin oleh Sesdisfaskonau Kolonel Sus Ir. Made Mahendra untuk menyusun buku Standardisasi Bangunan TNI Angkatan Udara tahun 2019 sebagai pedoman dalam perencanaan bangfas dilingkungan TNI AU.  

Pembentukan Skadron Pendidikan Teknik Umum di Satharlan

Pada awal tahun 2019 Marsma TNI Ir. Muchtar Mawardi, MM memerintah tim kecil diketuai Letkol Sus Junjunan Amirudin, ST. MT melaksanakan penyusunan Naskah Akademik, proses Uji Naskah, penyiapan Kurikulum Pendidikan Teknik Umum hingga pembentukan Skadron Pendidikan Teknik Umum pada bulan Agustus 2019. Disamping itu, beliau  juga memerintahkan Kasatharlan Letkol Sus Eko Susilo Utomo, ST, MT untuk menyusun rencana jangka pendek pengembangan Satharlan dan Kasubdis BTB Kolonel Sus Ir. Abu Yazid, M.M untuk menyusun rencana jangka menengah pengembangan organisasi Disfaskonau.

Tekad untuk Mengembangkan Satharlan dan Membentuk Skadron Pendidikan Teknik Umum

Pada Saat beliau menjalani pendidikan Seskoau A-42 pada tahun 2005, beliau menyusun Taskap mengenai Peran Satharlan di Masa Darurat Perang maupun Bencana Alam. Mengingat posisi Indonesia terletak di sabuk Sirkum Pasifik dan Mediterania sering mengalami bencana alam  gempa bumi dan tsunami,  maka keberadaan Satharlan sangat diperlukan khususnya pada masa rekonstruksi landasan, jalan dan bangunan akibat gempa. Ide tersebut memang baru sebatas harapan, hingga setelah beliau memperoleh amanah sebagai kadisfaskonau, perlahan lahan terbuka jalan dan kemudahan untuk mewujudkan Taskap tersebut. Banyaknya dukungan dari pejabat TNI AU terhadap rencana pengembangan Satharlan akhirnya mulai terwujud dengan pelibatan Satharlan pada latihan puncak TNI AU Angkasa Yudha tahun 2019 di Lanud Iswahjudi.  Pada kegiatan manuver lapangan, Satharlan berhasil melaksanakan tugas perbaikan runway secara cepat (Rapid Runway Repair) untuk menanggulangi kerusakan landasan akibat pengeboman oleh pihak musuh, sehingga dalam waktu relatif singkat runway yang mengalami kerusakan dapat dipergunakan kembali untuk takeoff dan landing pesawat TNI AU. Efek dari keberhasilan tersebut, pimpinan TNI AU merencanakan pembentukan Satharlan di tingkat Koopsau I, Koopsau II dan Koopsau III.

Guna menyiapkan personel Teknik Umum di Satharlan dan Pangkalan Udara yang profesional dan terampil dibidang fasilitas instalasi, beliau menekankan perlu ada lembaga pendidikan yang khusus bagi personel Teknik Umum.  Pendidikan personel Teknik Umum yang selama ini bergabung dengan Skadron Pendidikan 303 Lanud Suryadarma dirasakan belum mampu memenuhi kebutuhan di kesatuan, mengingat keterbatasan instruktur maupun alins/alongins. Mengingat tantangan yang dihadapi Disfaskonau kedepan semakin kompleks, maka keberadaan Skadik Teknik Umum merupakan kebutuhan yang mendesak. Pemisahan Wingdikkal dan Wingdiktek pada bulan Februari 2019 menjadi momen yang tepat untuk mengusulkan pembentukan Skadik Teknik Umum. Beliau memerintahkan tim kecil yang dipimpin oleh Letkol Sus Junjunan Amirudin, ST MT menyusun Naskah Akademik Pembentukan Skadik Teknik Umum untuk diusulkan kepada Kasau. Gayung bersambut, pimpinan TNI AU pun menyetujui pembentukan Skadron Pendidilan Teknik Umum dibawah Wingdiktek, yang diharapkan kelak berkembang menjadi Wingdiktekum sebagai kunci bagi peningkatan kualitas dan kemampuan teknis personel Teknik Umum. Bila perwira2 muda sebagai motor kemajuan dan perkembangan Teknik Umum tetap solid, mau bekerja keras utk mewujudkan blue print pengembangan organisasi Disfaskonau secara tertahap dan berkesinambungan, diharapkan suatu saat Korps Teknik Umum akan kembali terbentuk untuk mendukung tugas TNI AU secara profesional, militan dan inovatif.

Pada awalnya beliau sempat merasa agak bimbang dan ragu, mengingat pengorbanan untuk pembangunan fasilitas dan sarana prasarana cukup besar,  namun dengan mengalirnya dukungan dari berbagai pihak serta kemudahan dalam mewujudkannya, perlahan-lahan beliau semakin yakin dan bertekad terus melangkah hingga kesatrian Skadik terbentuk seperti saat ini. Beliau meyakini peningkatan kemampuan personel Teknik Umum dapat diwujudkan melalui pendidikan personel Teknik Umum di Ksatrian Satharlan.  Pemilihan lokasi di Satharlan, dilatarbelakangi lokasinya yang strategis di sekitar Lanud Halim, juga  mempertimbangkan potensi Satharlan yang memiliki aset tanah, fasilitas dan alat berat yang dapat digunakan sebagai alins/alongins untuk mendukung pelaksanaan pendidikan personel Teknik Umum.  Selain itu pendidikan dirasakan akan berhasil dan berdaya guna bila dilaksanakan di Satharlan, mengingat mayoritas tenaga kependidikan dan instruktur perwira Teknik Umum berdomisili di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Sebagai Ketua Tim Pengawasan dan Penyiapan Fasilitas Laboratorium/Peralatan Satharlan dan Skadik Teknik Umum adalah Kasubdis Instalasi dan Tenaga Kolonel Sus Eli Henson, ST. 

Regenerasi Kepemimpinan Disfaskonau

Marsekal Pertama TNI Ir. Muchtar Mawardi, MM berpendapat, regenerasi kepemimpinan di Disfaskonau idealnya harus memiliki kemampuan teknis dan manajerial sesuai bidang fasilitas dan kontruksi serta sesuai dengan kriteria yang  sudah ditentukan.  Seorang Kadisfaskon harus memiliki jati diri dan visi misi untuk dapat mengembangkan dan memajukan Disfaskonau.  Untuk itu seorang calon pemimpin dilingkungan Disfaskonau harus memiliki karakter, mental yang baik, berintegritas dan kemampuan manajemen yang mumpuni.  Beliau juga mengharapkan suatu saat kelak kemampuan Disfaskonau dalam bidang konstruksi bisa setingkat Direktorat Zeni TNI AD, Satharlan mempunyai kemampuan setara dengan Zeni Konstruksi dan ditingkat Kotama Koopsau juga dibentuk Satharlan agar dapat melaksanakan dukungan OMP dan OMSP.

Harapan dan Pesan

Harapan beliau kepada generasi penerus Teknik Umum agar mau bekerja keras tanpa pilah pilih jabatan, mulailah bekerja dari hati yang  tulus,  jangan kerja hanya ada uangnya karena Allah Maha Menilai dan tahu apa yang ada di hati kita. Ikutilah aturan yang telah ditetapkan dan jangan ingin memperoleh jabatan dan kedudukan secara instan. Bangunlah jati diri dengan karakter masing-masing, belajar sebaik-baiknya dan tulus demi kepentingan dinas dan organisasi Disfaskonau, jangan merasa minder serta harus berani tampil dan punya integritas.

Pada akhir sesi wawancara, Marsekal Pertama TNI Ir. Muchtar Mawardi  berpesan kepada generasi penerus Teknik Umum supaya selalu ingat kepada jasa dan pengorbanan orangtua. Kita dibesarkan karena kasih sayang Allah Swt dan orang tua, jangan merasa hebat sendiri dan jangan pernah lupakan jasa ibu dan bapak.  Upayakan membantu kebutuhan orang tua dengan berbagai cara dan kemampuan yang kita miliki, sekalipun harus berhutang. Bila diniatkan dengan tulus, niscaya sedekah kepada orang tua akan mendatangkan rezeki yang terus mengalir. ***

Read 745 times
Rate this item
(2 votes)